Minggu, 30 Juni 2013

Perbedaan Cinta dan Sayang

Siapkan waktu Anda sebanyak mungkin karena dalam halaman ini tersedia ratusan pelajaran, panduan, tips cinta, pengetahuan, tutorial, pengalaman, artikel cinta, tehnik, kunci, dan strategi cinta yang ajaib dan gratis. Para ahli sains, akademis dan pria wanita petualang cinta di seluruh dunia telah menghabiskan waktu ribuan tahun untuk mempelajari tentang rahasia cinta, namun tetap tidak mudah untuk memahami apa itu cinta yang sesungguhnya, bagaimana cinta bekerja, darimana datangnya cinta. Oleh sebab itu, mari terus pelajari seluk-beluk cinta serta tips dan triknya hingga akhirnya Anda menemukan CINTA SEJATI atau THE TRUE LOVE. Mencintai dan dicintai tentu tidak pernah gratis, tapi artikel rahasia cinta dalam website ini seluruhnya gratis, tidak dipungut bayaran sama sekali.

Ada yang bilang cinta egois, sayang tidak; cinta hanya untuk satu orang, sayang bisa dibagi-bagi. Demikian kata orang tentang perbedaan cinta dan sayang.
Pendapat lainnya: Cinta adalah perasaan untuk kekasih — pacar atau pasangan hidup — sedangkan sayang ditujukan bagi sahabat dan keluarga. Kau pasti sudah sering mendengar pendapat semacam itu.
Di Internet sering kutemukan netter yang ngomong begitu. Ada juga bloger, seorang mahasiswa — tidak usah kusebut siapa, karena kurang etis — yang bahkan bikin puisi di weblognya bahwa cinta itu memang berbeda dengan sayang.
Di tempat lain kutemukan kutipan ini: Rasa ’sayang’ lebih dalam daripada ‘cinta’, ’sayang’ tidak mudah berubah, ’sayang’ membuatmu berkorban dan rela menderita demi orang yang kausayangi, ‘cinta’ ingin memiliki namun ’sayang’ tidak….
Bagiku ini salah, perbedaan cinta dan sayang itu bisa menjadi masalah. Ini masalah bahasa; bahasa Indonesia yang harus kita jaga supaya tidak “berselingkuh” maknanya. Betapa penutur bahasa nasional kita, yang justru banyak dari mereka adalah kaum terpelajar di kota-kota dan fasih mengakses Internet, tidak bisa memahami dua kata yang begitu familiar: cinta dan sayang. Bahkan sampai dirusak lewat puisi.
Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang resmi dibuat pemerintah tidak pernah disebutkan kedua kata itu berbeda makna. Di kamus tertulis arti sayang: kasih, cinta. Demikian juga cinta: menaruh kasih sayang, menyukai. Tapi bagaimana mulanya sampai-sampai banyak kaum sekolahan yang mendefinisikan cinta dan sayang tidak serupa? Aku tak pernah tahu.
Oi, kawan, jangan terlalu serius. Santai sajalah. Mari kita bermain-main dengan makna sayang dan cinta sesuai versi mereka itu. Seandainya benar bahwa cinta ingin memiliki, lantas bagaimana jadinya arti kalimat ini, “Tuhan, aku mencintai-Mu.” Apakah aku ingin memiliki Tuhan? Gak bakal gila, lagi! Bagaimana pula bila benar cinta itu penuh nafsu sedangkan sayang tidak, apakah aku ingin memerkosa Tuhan dengan berkata, “Tuhan, aku mencintai-Mu”? Enak sekali, bah!
Bahasa Indonesia memang kaya. Banyak kata yang bersinonim, termasuk kata-kata bersayap yang sering membingungkan seperti dalam kasus perbedaan cinta dan sayang ini.
Dalam berbagai kasus, bahasa Inggris terasa lebih tegas. Orang bule menyebut cinta pada ibunya, cinta pada pacarnya, cinta pada temannya, cinta pada presidennya, dengan kata yang sama: I love you. Kita di Indonesia mesti mengubahnya: Aku sayang sama ibu; Gue cinta banget sama lo; Aku sayang padamu, sobat; Saya menghormati Bapak Presiden.

Array dan Fungsi BAHASA C++

Array
Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tope yang sama. Variable array dalam Borland C++ dapat digolongkan menjadi tiga macam dimensi yaitu :
1.      Array berdimensi satu
Sebelum digunakan, variable array perlu dideklarasikan terlebih dahulu.
Tipe-Data Nama_variabel1[Ukuran]
Keterangan:
·         Type Data             : untuk menyatakan type data yang digunakan
·         Ukuran                  : untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array.
a.       Mengakses Array Berdimensi Satu
Dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya :
Nama_Array[Subscript/Index]
b.      Inisialisasi Array Berdimensi Satu
Memberikan nilai awal terhadap suatu variable.
Tipe_data Nama_Array[jml_elemen] = { nilai array };
2.      Array berdimensi dua
Tipe-Data Nama_variabel1[Index-1][Index-2]
Keterangan:
·         Type Data             : untuk menyatakan type data yang digunakan
·         Index-1                 : untuk menyatakan jumlah baris.
·         Index-2                 : untuk menyatakan jumlah kolom.
a.       Mengakses Array Berdimensi Dua
Dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya :
Nama_Array[Index-1][Index-2]
a.       Inisialisasi Array Berdimensi Dua
Memberikan nilai awal terhadap suatu variable.
Tipe_data Nama_Array[jml_elemen] = { nilai array };
3.      Array Berdimensi Tiga
Tipe-Data Nama_variabel1[Index-1][Index-2][Index-3]
Keterangan :
·         Type Data             : untuk menyatakan type data yang digunakan
·         Index-1                 : untuk menyatakan jumlah baris.
·         Index-2                 : untuk menyatakan jumlah isi dari baris.
·         Index-3                 : untuk menyatakan jumlah kolom.
b.      Mengakses Array Berdimensi Tiga
Dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya :
Nama_Array[Index-1][Index-2][Index-3]
b.      Inisialisasi Array Berdimensi Tiga
Memberikan nilai awal terhadap suatu variable.
Tipe_data Nama_Array[jml_elemen] = { nilai array };
Fungsi
1.      Definisi fungsi
·         Sub program di luar program utama yang mengembalikan sebuah nilai (return value) dari tipe tertentu (tipe dasar atau tipe bentukan)
·         Kegunaan fungsi:
a)      Program menjadi terstruktur sehingga mudah di pahami
b)      Menghindari penulisan kode yang berulang-ulang
2.      Struktur Fungsi
tipe_fungsi nama_fungsi(parameter1, parameter2,..)
{
                 statement fungsi;
}
Contoh:
int tambah(int x, int y)
{
       return(x+y);
}
3.      Prototipe Fungsi
Prototipe=pendeklarasian fungsi
tipe_fungsi nama_fungsi(tipe_parameter1, tipe_parameter2,..)
Contoh:
int jumlah(int a, int b);
4.      Parameter
a.       Parameter formal
Variabel yang ada pada daftar parameter dalam definisi fungsi
                                                  Parameter formal
int jumlah(int x, int y)
{
    return(x+y)
}
b.      Parameter aktual
c.       Parameter yang dipakai dalam pemanggilan fungsi
main()
{
    . . .
    . . .                                                 Parameter aktual
    c=jumlah( a, b );
    . . .
}
5.      Pemanggilan parameter
a.       Pemanggilan dengan nilai (call by value)
Nilai dari parameter aktual akan disalin ke parameter formal
b.      Pemanggilan dengan referensi (call by reference)
Upaya untuk melewatkan alamat dari suatu variabel ke dalam fungsi.
6.      Variabel
a.       Variabel Lokal & Global
·         Variabel lokal=variabel yang dideklarasikan dalam fungsi
·         Variabel global=variabel yang dideklarasikan di luar fungsi
Contoh penggunaan variabel lokal dan global
/*———————-*/
/* Variabel Lokal */
/*——————–*/
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>
lokal();
main ()
{
           int a = 15;
           Clrscr ();
           cout<<”Pemanggilan Variabel Lokal”<<endl;
           cout<<”\nNilai didalam fungsi main () = : “<<a;
           lokal();
           cout<<”\nNilai didalam fungsi main () = : “<<a;
           getch();
}
lokal()
{
           Int a = 10;
           Cout<<”\nNilai a didalam fungsi lokal () = : “<<a;
b.      Variabel Static
Variabel yang nilainya tetap dipertahankan walaupun proses telah kelaur dari bloknya. Contoh Penggunaan Varabel Static
/*————————————-*/
/* Penggunaan Variabel statis */
/*————————————-*/
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>
walah(); //à prototype fungsi walah
main ()
{
        int k = 5;
        clrscr ();
        walah ();
        walah();
        cout<<”\nNilai K didalam fungsi main () = “<<k;
        getch();
}
walah()
{
        static int k; //à deklarasi veriabel statis k +=4;
        cout<<”\nNilai K didalam fungsi () = “<<k;
}

Bahasa Pemrograman C

Pengertian Bahasa Pemrograman C

 Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide pada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut dengan B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C yang ditulis oleh Dennis Ritchie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories). Bahasa C pertama kali digunakan pada komputer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX.

Standar bahasa C yang asli adalah standar dari UNIX. Sistem operasi, kompiler C dan seluruh program aplikasi UNIX yang esensial ditulis dalam bahasa C. Kepopuleran bahasa C membuat versi-versi dari bahasa ini banyak dibuat untuk komputer mikro. Untuk membuat versi-versi tersebut menjadi standar, ANSI (American National Standard Institutes) membentuk suatu komite (ANSI Committee X3J11) pada tahun 1983 yang kemudian menetapkan standar ANSI untuk bahasa C. Standar ANSI ini didasarkan kepada standar UNIX yang diperluas.

Bahasa C mempunyai kemampuan lebih dibanding dengan bahasa pemrograman yang lain. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman yang bersifat portabel, yaitu suatu program yang dibuat dengan bahasa C pada suatu komputer akan dapat dijalankan pada komputer lain dengan sedikit (atau tanpa) ada perubahan yang berarti.

Bahasa C merupakan bahasa yang biasa digunakan untuk keperluan pemrograman sistem, antara lain untuk membuat:

1. Assembler
2. Interpreter
3. Compiler
4. Sistem Operasi
5. Program bantu (utility)
6. Editor
7. Paket program aplikasi

Beberapa program paket yang beredar seperti dBase dibuat dengan menggunakan bahasa C, bahkan sistem operasi UNIX juga dibuat dengan menggunakan bahasa C. Bahasa C sesungguhnya merupakan bahasa pemrograman yang serbaguna dan pemakaiannya tidak terbatas untuk pemrograman sistem, namun juga dapat digunakan untuk aplikasi bisnis, matematis maupun games, bahkan untuk aplikasi kecerdasan buatan.

Dalam beberapa literatur, bahasa C digolongkan sebagai bahasa tingkat menengah (medium level language). Penggolongan ini bukan berarti bahasa C kurang ampuh atau lebih sulit dibandingkan dengan bahasa tingkat tinggi (high level language - seperti Pascal, Basic, Fortran, Java, dan lain-lain), namun untuk menegaskan bahwa bahasa C bukanlah bahasa yang berorientasi pada pada mesin yang merupakan ciri dari bahasa tingkat rendah (low level language), yaitu bahasa mesin dan assembly.

Pada kenyataannya, bahasa C mengkombinasikan elemen dalam bahasa tingkat tinggi dan bahasa tingkat rendah, yaitu kemudahan dalam membuat program yang ditawarkan pada bahasa tingkat tinggi dan kecepatan eksekusi dari bahasa tingkat rendah.



Kerangka Dasar Bahasa Pemrograman C

 Bahasa pemrograman C sama seperti bahasa pemrograman lainnya yang memiliki kerangka dasar. Kerangka Dasar Bahasa C adalah sebagai berikut :
       
1.      Fungsi main().
Fungsi main merupakan fungsi utama yang wajib ada pada saat kita membuat program dengan bahasa C. Dalam sebuah project hanya boleh ada 1 buah fungsi main() saja. Namun dalam bahasa C, tidak membatasi hanya boleh 1 fungsi saja, melainkan kita juga diperbolehkan untuk membuat fungsi-fungsi lain selain fungsi main() yang bisa mempermudah kita dalam membuat sebuah program.

2.      Deklarasi variabel
Pendeklarasian variabel ini dilakukan untuk mendaftarkan variabel apa saja yang akan kita gunakan dalam program yang kita buat. Pendeklarasian variabel ini biasanya sekaligus dengan mencantumkan tipe data dari variabel tersebut.

3.      Perintah (statement)
Perintah merupakan deretan program yang kita buat dalam sebuah project.
      
4.      Akses library
Digunakan untuk mengakses library apa saja yang kita perlukan dalam pembuatan sebuah program.
      
5.      Komentar
Komentar merupakan sebuah kalimat yang biasanya dicantumkan oleh seorang programer sebagai sebuah catatan kecil yang mana komentar ini tidak akan ikut di compile atau diproses.



Kelebihan dan Kekurangan Bahasa Pemrograman C


Bahasa C mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan bahasa pemrograman yang lain, yaitu:

KELEBIHAN

1. C mempunyai operator yang lengkap untuk memanipulasi data.
2. Berbagai struktur data dan pengendalian proses disediakan dalam C, sehingga memungkinkan dibuat program yang terstruktur, bahkan program yang berorientasi pada objek (OOP = Object Orientied Programming).
3. Dibanding dengan bahasa mesin atau rakitan (assembly), C jauh lebih mudah dipahami dan pemrogram tidak perlu tahu detail mesin komputer yang digunakan sehingga tidak menyita waktu dalam menyelesaikan masalah ke dalam bentuk program. C merupakan bahasa yang berorientasi pada permasalahan (objek), dan bukan berorientasi pada mesin.
4. Kecepatan eksekusi C mendekati kecepatan eksekusi program yang dibuat dengan bahasa tingkat rendah, namum kemudahan dalam memprogram setara dengan bahasa tingkat tinggi.
5. C memungkinkan memanipulasi data dalam bentuk bit maupun byte secara efisien. Disamping itu juga memungkinkan untuk melakukan manipulasi alamat dari suatu data yang dalam C dinamakan pointer.


KEKURANGAN

Adapun kelemahan --atau lebih tepatnya kesulitan bahasa pemrograman C terutama yang dirasakan oleh pemrogram pemula diantaranya adalah:
1. Banyaknya operator serta fleksibilitas penulisan program kadang-kadang membingungkan pemakai, yang jika belum familiar akan menimbulkan masalah.
2. Para pemrogram C tingkat pemula umumnya belum pernah mengenal pointer dan tidak terbiasa menggunakannya, padahal keampuhan bahasa C justru terletak pada pointer.

Tutorial PHP : Kumpulan Fungsi String pada PHP Lengkap dengan Penjelasan dan Contoh

addslashes


Fungsi : Memberi garis miring atau slash jika ada tanda kutip pada string atau kata maupun kalimat
Sintaks PHP:

addslashes ( string $str )

Contoh Penggunaanya :

<?php
$str = "hari ini adalah harijum'at";

echo addslashes($str);
//Hasilnya : hari ini adalah hari jum\'at
?>

chr

Fungsi : Menghasilkan karakter yang spesifik berdasarkan kode ascii
Sintaks PHP :
chr ( int $ascii )

Parameter :
$ascii = kode ascii

Contoh penggunaannya:
<?php
$kode = 81;
$str = chr($kode);
echo "karakter dengan kode ascii $kode adalah $str";
//Hasilnya : karakter dengan kode ascii 81 adalah Q
?>

count_chars

Fungsi : Menghitung frekuensi munculnya karakter di suatu string
Sintaks PHP :
count_chars ( string $string [, int $mode= 0 ] )

Parameter :
$string = String yang ingin dihitung frekuensi karakter yang muncul
$mode = Opsional, Default = 0
  • 0 - Menghitung semua karakter dalam bentuk array, walaupun nggak ada di dalam string
  • 1 - Sama seperti 0, tapi hanya yang jumlah frekuensi besar dari 0, artinya hanya karakter yang ada di dalam string
  • 2 - Sama seperti 0, tapi hanya karakter yang jumlah frekuensinya sama dengan 0
Contoh penggunaan :

<?php
$data = "Hello World";
foreach (count_chars($data, 1) as $i => $val) {
   echo "Ada $val buah karakter \"" , chr($i) , "\" di dalam string.\n<br>";
}
?>

Hasilnya :
Ada 1 buah karakter " " di dalam string.
Ada 1 buah karakter "H" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "W" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "d" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "e" di dalam string.
Ada 3 buah karakter "l" di dalam string.
Ada 2 buah karakter "o" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "r" di dalam string.

explode

Fungsi : Membagi string menjadi array berdasarkan string pembatas yang ditentukan
Sintaks PHP:
explode ( string $delimiter , string $string [, int $limit ] )

Parameter :
$delimiter : string pembatas
$string : string yang akan dibagi
$limit : Batas maksimal elemen array yang dibuat

Contoh Penggunaan:
<?php
$str = 'one|two|three|four';

print_r(explode('|',$str));
// hanya 2 elemen array
print_r(explode('|', $str, 2));
?>

Hasilnya :
Array
(
    [0] => one
    [1] => two
    [2] => three
    [3] => four
)
Array
(
    [0] => one
    [1] => two|three|four
)

htmlspecialchars

Fungsi : Mengubah karakter < dan > menjadi &lt; dan &gt;. Ini sangat berguna untuk mencegah user yang menggunakan tag html ketika menginput data ke website kita, seperti melalui buku tamu, dan sebagainya.
Sintaks PHP :
htmlspecialchars ( string $string )

Contoh Penggunaan:
<?php
$teks = "<b>hai apa kabar</b>";
echo htmlspecialchars($teks);
?>


implode

Fungsi : menggabungkan elemen array menjadi satu string
Sintaks PHP:
implode ( [string $antara] , array $array )

Parameter :
$antara, string atau karakter antara elemen yang akan disatukan, bersifat opsional, bisa diisi atau tidak
$array, array yang akan disatukan.
Contoh Penggunaan:
<?php
$array = array('lastname', 'email', 'phone');
$teksbaru = implode("--",$array);
echo $teksbaru;
//hasilnya lastname--email--phone
?>


md5

Fungsi : untuk men-ekripsi string dengan teknik md5, bersifat satu arah, artinya tidak ada fungsi untuk mengembalikannya/dekripsi. Kecuali kalau pake kode hacking khusus
Sintaks PHP :
md5 (string $string)

Contoh Penggunaan:
<?php
$password = "passwordku";

echo md5($password);
//Hasilnya : 88f200b77cccee4a6e95c383d33e0f22
?>

nl2br

Fungsi : mengubah baris baru (\n) menjadi <br>, berguna jika anda ingin ketika user input di teks area, kemudian menekan enter. Nah agar nantinya baris baru yang dibuat di textarea bisa ditampilkan, harus diubah \n menjadi <br>
Sintaks PHP :
nl2br ( string $string )

Contoh :
<?php
$teks = "Hai \n Apakabar";
$teks = nl2br($teks);
echo $teks;
?>


number_format

Format angka dengan dengan menggroupkan berdasarkan ribuan
Sintaks PHP :
number_format ( float $number [, int $decimals ] )
atau
number_format ( float $number , int $decimals , string $dec_point , string $thousands_sep )

Berikut keterangan kode diatas:
$number, adalah angka yang akan diformat
$decimals, adalah jumlah angka di belakang koma
$dec_point, adalah tanda desimal, apakah pake titik atau koma
$thousands_sep, adalah tanda pembagi ribuan, apakah koma atau titik atau lainnya

Contoh :
<?php
$number = 123564.56;
$format_number = number_format($number, 2, '.', ',');
echo $format_number;
//Hasil 123,564.56
?>

ord

Fungsi : Menghasilkan nilai ASCII suatu karakter, kebalikan dari fungsi chr()
Sintaks PHP :
ord ( string $string )

Contoh penggunaan:
<?php
$str = "x";

echo ord($str);
//Hasilnya 120
?>


parse_str

Fungsi : Mengubah string menjadi variabel
Sintaks PHP :
parse_str ( string $str [, array &$arr ] )

Parameter :
$str, adalah string yang akan di ubah, anda juga bisa membuat string menjadi variabel seperti metode GET, contoh : file.php?nama=ivan&alamat=medan
$arr, adalah outputnya dalam bentuk array
Contoh penggunaan :
<?php
$str = "nama=Ivan&email=Ivan@yahoo.com";
parse_str($str);
echo $nama;                 // Hasilnya Ivan
echo $email;                // Hasilnya Ivan@yahoo.com
parse_str($str, $output);
echo $output['nama'];       // Hasilnya Ivan
echo $output['email']       // Hasilnya Ivan@yahoo.com
?>

print

Fungsi : sama seperti echo, menghasilkan/mencetak string
Sintaks PHP:
print (String $str )

Contoh Penggunaan:
<?php
print("Hello World");
?>

str_pad

Fungsi : Menempatkan string ditempat yang panjangnya ditentukan
Sintaks PHP :
str_pad ( string $input , int $pad_length [, string $pad_string= " " [, int $pad_type= STR_PAD_RIGHT ]] )

Parameter :
$input, adalah string input
$pad_length, adalah panjang pad
$pad_string, adalah string mengisi kekosongan
$pad_type, adalah tipe pad, kanan (STR_PAD_RIGHT), kiri( STR_PAD_LEFT), atau tengah( STR_PAD_BOTH)

Contoh penggunaan :
<?php
$input = "Ivannow";
echo str_pad($input, 15)."<br>";                      // Hasil "Ivannow       "
echo str_pad($input, 15, "-=", STR_PAD_LEFT)."<br>";  // Hasil "-=-=-=-ivannow"
echo str_pad($input, 15, "_", STR_PAD_BOTH)."<br>";   // Hasil "___ivannow____"
echo str_pad($input, 15 , "___")."<br>";              // Hasil "ivannow_______"
?>


str_repeat

Fungsi : mengulang string
Sintaks PHP :
str_repeat ( string $input , int $multiplier )

Parameter :
$input, adalah string yang akan diulang
$multiplier, berapa kali diulang
Contoh penggunaan :
<?php
echo str_repeat("x", 10);
//hasilnya xxxxxxxxxx
?>


str_replace

Fungsi : Mengganti string yang dicari dengan string pengganti
Sintaks PHP :
str_replace ( mixed $search , mixed $replace , mixed $subject [, int &$count ] )

Parameter :
$search, adalah bagian string yang akan di ganti
$replace, adalah string pengganti
$subject, adalah string yang akan diproses
$count, jumlah bagian yang cocok dan diganti

Contoh penggunaan :
<?php
$str = "Hello Apa kabar";
$str2 = str_replace("a","x",$str,$count);
echo $str2."<br>";
echo $count;
//Hasil : Hello Apx kxbxr
//hasil 3
?>


str_shuffle

Fungsi : mengacak string
Sintaks PHP:
str_shuffle ( string $str )

Contoh penggunaan:
<?php
echo str_shuffle("Desrizal");
//Hasilnya macam macam bisa : zDisalre
?>


str_split

Fungsi : Mengubah string ke array
Sintaks PHP :
str_split ( string $string [, int $split_length= 1 ] )

$string, adalah string yang akan di ubah
$split_length adalah maksimum panjang potongan
Contoh penggunaan :
<?php
$str = "Hello Friend";
$arr1 = str_split($str);
$arr2 = str_split($str, 2);
print_r($arr1);
print_r($arr2);
?>

Hasilnya :
Array
(
    [0] => H
    [1] => e
    [2] => l
    [3] => l
    [4] => o
    [5] => 
    [6] => F
    [7] => r
    [8] => i
    [9] => e
    [10] => n
    [11] => d
)
Array
(
    [0] => He
    [1] => ll
    [2] => o
    [3] => Fr
    [4] => ie
    [5] => nd
)


str_word_count

Fungsi : Menghitung jumlah kata dalam string
Sintaks PHP :
str_word_count ( string $string [, int $format= 0 [, string $charlist ]] )

Parameter :
$string, adalah string yang akan dihitung
$format
  • 0 - jumlah kata yang ditemukan
  • 1 - Menghasilkan suatu array yang merupakan semua kata yang ditemukan dalam string
  • 2 - Menghasilkan array asosiatif
$charlist, karakter tambahan yang dianggap kata

Contoh penggunaan :

<?php
$str = "Budi pergi ke pasar";

echo str_word_count($str);
//hasilnya 4
?>


strip_tags

Fungsi : Menghilangkan tag HTML dan PHP
Sintaks PHP :
strip_tags ( string $str [, string $allowable_tags ] )

Parameter :
$str, string yang akan dihilangkan tag HTML nya
$allowable_tags, adalah tag yang tidak akan dihilangkan

Contoh penggunaan:
<?php
$teks = "<b>Hallo apa kabar</b>";
echo strip_tags($teks);
?>


stripslashes

Fungsi : Menghilangkan garis miring tanda kutip di string
Sintaks PHP :
stripslashes ( string $str )

Contoh penggunaan :
<?php
$str = "Sekarang hari jum\'at";
echo stripslashes($str);
// Hasil: Sekarang hari jum'at
?>


strlen

Fungsi : Mendapatkan panjang string
Sintaks PHP :
<?php
$str = 'abcdef';
echo strlen($str); // hasil 6
$str = ' ab cd ';
echo strlen($str); // hasil 7
?>


strrev

Fungsi : Membalikkan string
Sintaks PHP:
strrev ( string $string )

Contoh penggunaan :
<?php
echo strrev("Hello world!"); // Hasil "!dlrow olleH"
?>

substr_replace

Fungsi : Mengganti teks pada bagian tertentu string
Sintaks PHP :
substr_replace ( mixed $string , string $replacement , int $start [, int $length ] )

Parameter :
$string, adalah string yang akan diproses/diganti
$replacement, adalah string pengganti dari substring yang ditentukan
$start, adalah sub string diawali dari karakter ke berapa
$length, adalah panjang sub string

Contoh penggunaan :
<?php
$teks = "ivansilalahi";
echo substr_replace($teks, 'san', 3, 2);
//hasilnya : ivasanilalahi
?>

substr

Fungsi : Menghasilkan bagian dari string
Sintaks PHP :
substr ( string $string , int $start [, int $length ] )

Parameter :
$string, adalah string yang akan diambil bagiannya
$start, posisi awal karakter yang akan diambil
$length, adalah panjang dari subs string

Contoh penggunaan :
<?php
echo substr("ivansilalahi", 3)."<br>";          //Hasilnya nsilalahi
echo substr("ivansilalahi", 3, 2)."<br>";       //Hasilnya ns
echo substr("ivansilalahi", -3)."<br>";         //Hasilnya ahi
echo substr("ivansilalahi", -3, 2)."<br>";      //Hasilnya ah
?>

Perintah break dan continue di Java


Yang Pertama : break
Perintah Break digunakan biasanya untuk menghentikan proses pada perulangan ataupun di percabangan khususnya switch – case,. sebagai contoh bisa di lihat di program dibawah ini :
Sourcecode :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
public class PerintahBreak {
      public static void main(String[] args) {
            /**
             * Perintah ini digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan,
             * perintah ini biasanya digunakan dalam perulangan ataupun percabangn
             */
 
            // misalkan kita punya sebuah perulangan yang mencetak angka 1 s.d 100,
            for (int i = 1; i <= 100; i++) {
                  // Mencatak deret angka 1 s.d 100
                  System.out.print(i+", ");
                  // Tetapi kita ingin menghentikannya cukup s.d 15 saja, maka gunakan break
                  if(i == 15){
                        break;
                  }
            }
            System.out.println("\n"+"Ini statement yang dieksekusi setelah blok for");
      }
}

contoh program diatas menggambarkan bawah perulangan dihentikan pada saat 1 == 15 meski perulangan dimaksudkan untuk mencetak deret angka dari 1 s.d 100. Pada saat i == 15 program perulangan dihentikan dan akan mengeksekusi baris kode berikutnya. Dapat dilihat pada outputnya :
outputnya :

Selain di perulangan break ini juga bisanya digunakan pada switch – case, untuk contohnya dapat dilihat di sini.
Yang Kedua : continue
Pernyataan continue sedikit berbeda dengan break, meski memang hampir sama,. langsung aja kecontoh soalnya  aja ya :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
public class PerintahContinue {
      public static void main(String[] args) {
 
            for (int i = 1; i <= 100; i++) {
                  // Mencatak deret angka 1 s.d 100
                  System.out.print(i + ", ");
                  if (i % 2 == 0) {
                        continue;
                  }
            }
            System.out.println("\n"+"Ini statement yang dieksekusi setelah blok for");
      }
}
Outpunya:

Pada perintah continue, program hanya akan melewati atau meloncati sebuah perulangan,. maksudnya apabila intruksi dapat dilewati maka intruksi ini lewati, tidak keluar dari perulangan seperti pada break. Pada contoh program diatas kita ingin mencetak sebuah deret dari 1 s.d 16, tetapi ketika bertemu dengan i % 2 == 1 (ini adalah menandakan bilangan ganjil karena apabila 2 mod 2 maka hasilnya 0, tetapi kalo 3 mod 2 hasilnya 1) maka perintah ini dilewati. Sehingga outpunya adalah bilangan genap saja.

Pemrograman Modular (Modular Programming)

Program-program yang besar cenderung sulit terutama karena kompleksitas dari program tersebut, dan banyak bagian dengan hubungan yang rumit dan detail yang sebenarnya tidak perlu.
Salah satu metode dalam penyusunan program terstruktur adalah pemrograman modular. Dalam pemrograman modular, program dipecah-pecah ke dalam modul-modul, dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal. Dengan membagi masalah ke dalam modul-modul, maka masalah akan menjadi sederhana sehingga program dapat lebih mudah disusun dan dipahami.


Fungsi, Prosedur, atau kumpulan perintah-perintah dipaket menjadi suatu modul.


Dapat digunakan berulang-ulang, atau digunakan olah fungsi, prosedur lain dalam program.


Setiap program mempunyai sebuah modul program utama, yang mengontrol semua proses yang terjadi, termsuk mengirimkan kontrol program ke submodul untuk melakukan suatu fungsi tertentu.
Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine, yaitu sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas.
Jika persoalan yang ingin dipecahkan melalui program terlalu besar, sebaiknya pemecahan masalah dilakukan secara bertahap.
Setiap tahapan akan menghasilkan modul program
Setiap modul tersebut diberi nama sehingga untuk menyatakannya cukup dengan menyebut namanya.
Deskripsi fungsional dari setiap modul adalah penting


Program yang didefinisikan modulnya dengan baik akan :


  1. Mudah dibaca dan dimengerti oleh pemakai.
  2. Efisien, karena modul yang sama mungkin dipakai pada beberapa tahapan program.
  3. Modular programming banyak dimanfaatkan oleh bahasa pemrograman OOP.

7 (tujuh) elemen dasar bahasa pemrograman terstruktur di dalam C

1. Penjelasan saya suatu program harus menyimpan nilai-nilai tertentu pada memorinya untuk digunakan selama pemrosesan komputasi program. Ukuran tempat penyimpanan sangat bergantung pada besr memori yang disediakan oelh compiler program. Di dalam bahasa C, tempat penyimpanan nilai-nilai di dalam memori disebut Identifier. Identifier di bagi menjadi 2 yaitu :
A) Konstanta
Identifier ini nilainya tetap selama program berjalan (dieksekusi). Programmer tidak bisa merubah nilai ini selama program berjalan. contoh : phi = 3.14
B) Variabel
Identifier ini nilainya dapat berubah atau diubah selama program berjalan (dieksekusi). yang boleh mengubah adalah pengguna ataupun statement pada proses.
Tipe data diatur dan dikelompokan menjadi dua, yaitu tipe data numerik dan non-numerik,
Tipe data numerik
contoh ; tipe data bilangan bulat dan tipe data bilangan pecahan.
Tipe data non-numerik
contoh; karakter dan pointer.
2.Proses Input.
Proses Input berarti proses programmer memasukan data ke dalam program akan menghasilkan keluaran berupa data yang ditampilkan dilayar ataupun tercetak di printer.
Pemasukan data dilakukan dengan menggunakan fungsi-fungsi pustaka dari file header stdio.h, contoh yaitu gets(), scanf(), dari conio.h contoh getche(), getchar(), dan getch().
Struktur input dibagi menjadi 2 yaitu
Struktur input tak terformat
-Memasukan Data Karakter Tak Terformat
Fungsi getche() = tanpa enter, karakter terlihat.
Fungsi getchar() = dengan enter, karakter terlihat.
Fungsi getch() = tanpa enter, karakter tidak terlihat.
-Memasukan Data String Tak Terformat
String adalah kumpulan karakter.
#Include
#inculde
int main()
{
char kata [10];
printf (“Masukan suatu nilai string : “);
gets ( kata);
printf (“Nilai string yang dimasukan : %s\n”,kata);
}
Struktur Input terformat
Memasukan data terformat berarti data yang diterima akan diatur bentuk dan lebarnya dengan kode-kode format menggunakan fungsi Scanf().
3. Proses Output
Proses Output adalah proses keluaran data setelah meng-compile program.
Struktur Proses Output dibedakan menjadi 2 yaitu;
Terformat
Perintah di dalam Bahasa C menampilkan hasil terformat adalah Printf();
Contoh :
dengan daftar pustaka #inculde Stdio.h
printf (“RUSLIAWAN SANTOSO”)
Tak Terformat
Yaitu putchar(char) dan puts (char[]);
4. Simple Proses
Proses sederhana yang hanya mempunyai sebuah sebuah aliran masukan dan keluaran, yang terdiri dari :
Pemanggilan Procedure
Perhitungan arithmatika atau logika
Contoh : Int x = 6/2 //dengan hasil 3
atau
#include
int main ()
{ int x = 30; int y = 30;
++x;
printf(”x = %d\n”, x);
y++;
printf(”y = %d\n”, y);
}
/* hasilnya 31 karena incresment / penambahan simbol ++ */
/* hasilnya 31 karena incresment / penambahan simbol ++ */
5.Percabangan
Struktur percabangan adalah kondisi dimana arus suatu program memilih beberapa kemungkinan solusi yang benar/ harus dilakukan.
ada tiga macam perintah percabangan yaitu:
IF: pemilihan hanya satu saja, jika kondisi benar maka perintah akan di kerjakan.
contoh:
A = 20;
B = 10;
if ( A>B)
printf (A>B)
{
printf (“A lebih besar dari B”);
}
printf (“Stop”);
IF ELSE : Jika kondisi benar maka perintah dijalankan, namun bila salah maka dilanjutkan pada alternatif lainnya.
#include
#include
int main(){
int nilai;
printf (“masukan nilai tugas:”); scanf (“%d”,&nilai);
if (nilai>70)
printf (“lulus\n”);
else
printf (“Tidak lulus\n”);
system (“PAUSE”);
return 0;
}
Switch Case : Perintah ini digunakan sebagai alternatif pengganti dari sintaks IF ELSE dengan pilihan alternatif pilihan lebih dari satu.
6.Pengulangan
Karakteristik nya :
Mengerjakan Hal yang sama berulang-ulang.
Jumlah perulangan bisa ditetapkan, sesuai kondisi.
ada kondisi awal dan akhir.
terdapat 3 jenih perulangan :
While() {…}
do {…} while()
for() {..}
For : Jumlah diketehui.
While : Jumlah tidak diketahui, pengecekan diawal.
Do..While : Jumlah tidak diketahui, pengecekan di akhir.
7. Fungsi
Bagian dari program yang memiliki nama tertentu, yang digunakan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu, dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakan fungsi tersebut, dengan proses pemanggilan.
Contoh Program yang menyangkut semua 7 element Diatas :
#include
#include
#include
//Bentuk Fungsi
int cek=0;
void input ( float *a, float *b);
void Penjumlahan( float a, float b, float *c);
void Perkalian (float a, float b, float *c);
int main(){
//Deklarasi Variabel Algoritma Utama
float data1=0;
float data2=0;
float jumlah=0;
float kali=0;
char menu;
//Memanggil Prosedur
do{ //Pengulangan Do WHILE
system(“cls”);
printf(“\t\t||==================================================||\n”);
printf(“\t\t|| PROGRAM FUNGSI ||\n”);
printf(“\t\t|| By Rusliawan SANTOSO ||\n”);
printf(“\t\t||==================================================||\n”);
printf(“\n\nMenu:\n”);
printf(“|| 1. Input \n”);
printf(“|| 2. Hasil Penjumlahan \n”);
printf(“|| 3. Hasil Perkalian \n”);
printf(“|| 4. Selesai/keluar \n”);
printf(“\n\n\tMasukkan Perintah: “); scanf(“%s”,&menu);
//Pilihan Menu
switch(menu){ //Memakai Percabangan
case ’1′ : input(&data1,&data2);
printf(“\n\nMasukkan Nilai a :”);scanf(“%f”,&data1);fflush(stdin);
printf(“\nMasukkan Nilai b :”);scanf(“%f”,&data2);cek=1;fflush(stdin);
break;
case ’2′ : Penjumlahan(data1,data2,&jumlah);
if(cek!=1){printf(“\n\nMaaf,Input Belum Anda Masukkan”);}
else printf(“\n\nHasil Penjumlahan %.2f\n”,jumlah);getch();
break;
case ’3′ : Perkalian(data1,data2,&kali);
if(cek!=1){printf(“\n\nMaaf,Input Belum Anda Masukkan”);}
else printf(“\n\nHasil Kali : %.2f\n”,kali);getch();
break;
case ’4′ : {break;}
default : printf(“\n\nMaaf Input Menu yang Anda Masukkan Tidak Ada!!\n\n”);getch();
}
}while(menu!=’4′);
system(“cls”);printf(“\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\t\t\t\tTerima Kasih Banyak !”);
getch();
exit(0);
system(“pause”);
return 0;
}
//Fungsi Input
void input ( float *a, float *b){
}
//Fungsi Jumlah
void Penjumlahan( float a, float b, float *c){
*c = a + b ;
}
//Fungsi Kali
void Perkalian (float a, float b, float *c){
*c = a * b ;
}